4 Hari Kemudian Rapikan Dasi Firli Bahuri, Megawati Geram Minta Joko Widodo Bubarkan Kpk
BERITATERUS.COM, JAKARTA - Geram dengan penegakan aturan di Indonesia yang tidak berjalan baik, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri bicara soal pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Padahal forum antirasuah itu bangkit pada tahun 2002 dikala dirinya menjabat Presiden.
Kepada Presiden Jokowi, ketua Umum PDI Perjuangan ini mengaku pernah merekomendasikan biar KPK dibubarkan alasannya yakni penegakan aturan tidak berjalan dengan baik.
"Saya hingga kerap kali bilang sama Pak Jokowi, 'sudah deh bubarkan saja KPK itu Pak, menurut saya enggak efektif'," kata Megawati di The Tribrata, Jakarta, Senin (21/8/2023).
"Lihat noh rakyat yang masih miskin, ngapain kau korupsi balasannya masuk penjara juga, bohong kalau enggak kelihatan, persoalannya penegak hukumnya mau tidak melakukan aturan di Indonesia ini yang telah sulit payah saya buat," kata Megawati.
Hal itu menjadi sorotan Megawati, alasannya yakni pemerintah tetap memungut pajak dari warga dengan alasan keharusan untuk negara.
"Untuk apa beliau mejeng-mejeng doang, coba bayangkan, rakyat kan kasihan disuruh bayar pajak itu, kalau dengerin kan merintih saya. Sudah begitu katanya orang pajak, 'ya ini kan mesti dibayar untuk negara'. Gile gue bilang, padahal telah gitu ditilep," ujarnya.
Megawati pun tak problem kalau pernyataan itu dianggap terlalu blak-blakan oleh sejumlah pihak.
Menurutnya, KPK yakni forum yang bangkit di masa pemerintahannya selaku Presiden kelima Republik Indonesia (RI).
"'Ibu nih kalau ngomong ces pleng', lho saya yang menjadikannya (KPK) kok," kata Megawati.
Dikutip dari situs web museum kepresidenan RI, pendirian KPK dikala itu didasari alasannya yakni Megawati menyaksikan banyak institusi dikala itu terlalu kotor.
Jauh sebelumnya, ilham permulaan pembentukan KPK telah timbul di periode Presiden BJ Habibie yang mengeluarkan UU Nomor 28 Tahun 1999 mengenai Penyelenggaraan Negara yang higienis dan bebas dari KKN.
Habibie kemudian mengawalinya dengan membentuk banyak sekali komisi atau tubuh gres seumpama KPKPN, KPPU atau forum Ombudsman.
Agar lebih serius lagi dalam penanganan pemberantasan korupsi, presiden berikutnya, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membentuk Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK).
Badan ini dibikin dengan Keppres di masa Jaksa Agung Marzuki Darusman dan dipimpin Hakim Agung Andi Andojo.
KPK ialah forum negara terbuat dengan tujuan memajukan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindakan melawan hukum korupsi.
KPK bersifat independen dan bebas dari efek kekuasaan manapun dalam melaksanakan kiprah dan wewenangnya.
Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK berpedoman terhadap lima asas, yaitu: kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas.
KPK memiliki empat kiprah penting yakni, kerjasama dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindakan melawan hukum korupsi, supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindakan melawan hukum korupsi, melaksanakan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindakan melawan hukum korupsi, melaksanakan tindakan-tindakan pencegahan tindakan melawan hukum korupsi, dan melaksanakan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.
Sementara dalam melaksanakan kiprah koordinasi, KPK berwenang mengoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindakan melawan hukum korupsi; menetapkan tata cara pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindakan melawan hukum korupsi; meminta informasi mengenai kegiatan pemberantasan tindakan melawan hukum korupsi terhadap instansi yang terkait.
Momen Megawati rapikan dasi Ketua KPK Firli Bahuri
Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri terlihat membenahi dasi Ketua KPK, Firli Bahuri.
Momen itu berjalan dikala Megawati datang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat untuk menghadiri pidato kenegaraan Presiden Jokowi, Rabu (16/8/2023).
Megawati terlihat mengenakan kebaya putih yang dipadukan dengan kain merah.
Setibanya di Gedung DPR, Megawati eksklusif berjumpa dengan Firli Bahuri.
Dalam peluang itu, Firli Bahuri yang mengenakan setelan jas terlihat tersenyum menyambut Magawati.
Namun tak berselang lama, Megawati justru membenahi dasi Firli.
Ketua KPK itu pun membungkukkan tubuh di saat Megawati membenahi dasinya.
Selain Megawati, hadir pula sejumlah kader PDIP, di antaranya Menpan-RB Azwar Anas, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga, dan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah.
Megawati dan rombongan kader PDIP itu datang di Gedung dewan perwakilan rakyat usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk ke dalam ruang VVIP.
Momen Megawati membenahi dasi Firli pun menuai sorotan.
Namun, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata justru menilai langkah-langkah Megawati selaku hal biasa.
“Ya masuk akal saja. Kalian bisa juga misalnya saya pakai dasi ini, dasi saya enggak rapi, kan dapat kalian, ‘Pak dasinya enggak rapi’, lurusin,” ujar Alexander, dikutip dari Kompas.com, Rabu (16/8/2023).
Alexander tak tahu niscaya apakah Firli memiliki kedekatan dengan Megawati.
Namun, ia menentukan Firli dan Megawati memang saling mengenal.
Menurut Alexander, Firli juga pernah menjadi ajun Wakil Presoden Boediono.
“Ya secara pergaulan mungkin lebih luaslah, Pak Ketua itu networking-nya, dibanding saya ya. Saya enggak kenal siapa-siapa,” tutupnya.
Di segi lain, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah turut buka bunyi soal agresi Megawati membenahi dasi Firli.
Menurut dia, Megawati ialah sosok yang memiliki tenggang rasa luar biasa.
"Ibu Mega itu teliti lho. Ibu itu empatinya terhadap siapapun luar biasa," kata Said pada sela-sela sidang Tahunan MPR RI 2023 di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).
Said menerangkan Megawati memperbaiki posisi dasi Firli ialah suatu kebetulan.
"Ibu suka diperhatiin satu-satu. Kebetulan barang kali dasinya Pak Firli dilihat ibu 'Ahh ini agak miring sedikit mesti dilurusin'," ungkapnya.
Ketua Badan Anggaran (Banggr) dewan perwakilan rakyat RI ini menyebut tak ada makna di balik agresi Megawati itu.
"Enggak ada (makna), emang sebenarnya elit kita sebenarnya guyub. Elite kita ingin membuktikan keguyuban pada tetap pada porsinya masing-masing," ucap Said. (*)

0 Komentar