Hadiah Istimewa Jelang Hut Ke 78 Kemerdekaan Ri Dari Pln Buat Penduduk Tanjung Saleh Kubu Raya


Kalbar,,Beritaterus.com

Berhasil melakukan acara dediselisasi di Desa Tanjung Saleh dan Sepok Laut, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, PLN wujudkan harapan ribuan warga untuk dapat nikmati  listrik 24 jam sarat setiap hari. Sebelumnya listrik cuma menyala selama 12 jam, dari jam 17.00 sore sampai 06.00 pagi.

"Menikmati listrik 24 jam ialah impian  kami sejak lama. Alhamdulillah, PLN sudah mewujudkannya. Ini menjadi hadiah istimewa jelang peringatan HUT ke 78 kemerdekaan RI. Kami juga mampu merayakan HUT kemerdekaan disiang hari sebab telah ada listriknya," ungkap Hamdiah (43), salah seorang warga Desa Tanjung Saleh.(27/7)

Menurutnya, listrik yang kini telah menyala 24 jam sangat berpengaruh aktual bagi masyarakat di desanya. 

Banyak acara yang dapat dilakukan disiang hari, terutama usaha yang dikelola oleh warga akan  makin maju dan meningkat , tanpa harus tergantung dengan mesin genset dikala listrik PLN padam.

"Sebelum listrik menyala 24 jam seperti sekarang ini, kami harus mengeluarkan embel-embel biaya untuk mengoperasikan peralatan usaha disiang hari dengan menggunakan mesin genset. Sekarang sudah tidak perlu lagi, listrik PLN lebih gampang, mudah, dan tentu saja lebih efisien," ujar Hamdiah Kamis 27/7/2023.

Senada, Syarif Muksin Alhinduan, Kepala Desa Tanjung Saleh, mengucapkan terima kasih terhadap PLN atas terealisasinya listrik 24 di Desa Tanjung Saleh. 

Menurutnya, dengan adanya listrik 24 jam ini pihaknya dapat meningkatkan pelayanan pemerintahan desa terhadap masyarakat. Juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa utamanya para pelaku Usaha Kecil dan Menengah disektor perikanan dan usaha-usaha kecil lainnya. 

Desa Tanjung Saleh dan Sepuk Laut memiliki jumlah penduduk sebanyak 7.331 jiwa, dengan rata-rata penduduk berprofesi selaku petani dan nelayan. Banyak sekolah, rumah ibadah serta daerah-kawasan perjuangan masyarakat yang mencicipi pengaruh faktual dengan adanya listrik yang menyala selama 24 jam. Mereka mampu beraktivitas disiang hari dengan kondusif dan tanpa hambatan.

"Atas nama penduduk Desa Tanjung Saleh,  aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap Pemerintah dan PLN. Kami siap mendukung seluruh program PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Kami bergotong- royong, melakukan pemangkasan pohon atau tanam badan disekitar jaringan listrik, biar mutu keandalan pasokan listrik tetap tersadar," kata Syarif Muksin.

General Manager PLN UID Kalbar, Wahyu Jatmiko, menuturkan bahwa untuk mengganti teladan layanan dari 12 jam menjadi 24 jam, pihaknya sudah melaksanakan pembangunan dan perluasan jaringan listrik tegangan menengah di Desa Sepok Laut sepanjang 11,81 kms, termasuk kabel sungai sepanjang 0,6 kms, jaringan listrik tegangan rendah sepanjang 0,72 kms, dan 1 unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA. Sementara di Desa Tanjung Saleh dibangun jaringan listrik tegangan menengah sepanjang 4,33 kms, dengan total keseluruhan investasi sebesar Rp. 9,9 miliar rupiah.

"Dengan adanya acara dediselisasi di Desa Tanjung Saleh dan Sepok Laut ini kami berharap dapat memajukan kemakmuran serta mutu hidup masyarakat di tempat tersebut," tutur Jatmiko.

Ia berharap supaya masyarakat turut berpartisipasi dalam mempertahankan aset-aset kelistrikan yang telah dibangun semoga proses penyaluran energi listrik dapat berlangsung dengan baik dan tanpa gangguan, salah satunya dengan cara mengikhlaskan pohon atau tanam tumbuh yang dimiliki untuk mampu ditebang oleh petugas.

"Kami juga menghimbau masyarakat untuk turut peduli mempertahankan keselamatan ketenagalistrikan, baik untuk diri eksklusif maupun penduduk disekitarnya," pungkas Jatmiko.(Ilham)

0 Komentar