Ini Pesan Kakanwil Ajam Mustajam Untuk Para Pengawas Pendidikan Agama Islam Di Jawa Barat
Diketahui kegiatan evaluasi ujian sumatif mata pelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) dan kebijaksanaan pekerti tahun aliran 2022/2023 ,telah dijalankan di Hotel Tryas, Jalan Raya RA. Kartini No. 86 Kota Cirebon, pada Sabtu lalu, (06/08/2023).
Hanif Hanafi jelaskan kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut antara tanggal 3 hingga 5 Agustus 2023, dengan tujuan untuk mengukur ketercapaian pembelajaran mata pelajaran PAI dan akal pekerti, memetakan kemampuan keagamaan penerima didik dan mengidentifikasi keperluan pembelajaran, selain mengumpulkan kendala-hambatan dan hambatan dalam pelaksanaan cobaan sumatif mata pelajaran pendidikan agama Islam dan kecerdikan pekerti di lapangan sehingga dapat dicari penyelesaian pada abad yang akan datang dan menjamin kualitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan agama Islam.
Di lokasi kegiatan pentutupan rapat penilaian tersebut, Kakanwil Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam berpesan kepada para pengawas PAI yang menjadi penerima untuk memperhatikan betul pendidikan adab dan akhlak para akseptor bimbing.
“Guru lebih berat dari struktural karena mencetak generasi yang hendak menerima warisan kita. Untuk meneruskan kehidupan berbangsa dan beragama di tahun mendatang,” tandasnya.
Menurut Ajam, pembelajaran tidak cukup dengan wawasan semata tetapi mesti dibarengi oleh pendidikan tabiat dan etika. “ Dulu proses pembejalaran murid cukup mendengarkan apa yang dijelaskan tetapi kontemporer murid tidak cukup belajar dari apa yang diterangkan. Murid malah lebih tahu dari pada guru alasannya kemajuan dari media massa,” ungkapnya.
Kakanwil Jabar menerangkan pula, kemajuan media massa sudah menjadikan murid memiliki kecerdasan yang melebihi kriteria. Tapi saat tidak diikuti oleh pendidikan budpekerti yang bagus mereka memiliki adat yang kurang baik. Dampaknya ialah hadirnya fenomena murid yang melawan guru atau murid yang melawan orang bau tanah.
Ajam pun menegaskan, wacana tupoksi atau peran pengawas dalam menolong proses pembelajaran guru yang ada di sekolah, dan bagaimana proses pembelajaran di sekolah berlangsung dengan baik, imbuhnya. (red)


0 Komentar