Pesan Untuk Guru, Sebelum Mengajar Gunakan 5 Menit Pengertian Murid Ihwal Harmonisasi Kehidupan Berbangsa

Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmang, Ketua FKPT Sumbar, Adil Mubarak, bareng pengelola BNPT dan FKPT.

Pdg.Pariaman, Beritaterus.com - Radikalisme yang menjadi biang dari terorisme diyakini dapat diredam kalau dikerjakan semenjak dini. Mencegah radikalisme jauh lebih efektif dibanding dengan menanggulangi redikalisme. 

“Mencegah radikalisme semenjak dini itu lebih pas dimulai dari bangku sekolah. Karena itu guru sangat berperan penting menjadi agen deradikalisasi, pastinya guru harus lebih paham dahulu wacana radikalisme dan bahayanya,” kata Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmang saat membuka acara Camping Keberagaman yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat, di bumi perkemahan Dempo Anailand, Kecamatan 2 X 11 Kayutanam, Rabu (2/8/2023).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Padang Pariaman itu mengajak para guru yang menjadi peserta Camping Keberagaman mau meluangkan waktu 5 menit pada bab pertama jam pelajaran dan 5 menit menjelang final jam pelajaran untuk digunakan selaku slot bantuan motivasi terhadap akseptor didik. 

“Gunakanlah 10 menit itu untuk menyampaikan pesan-pesan harmonisasi, pesan kebaikan, pesan kemanusiaan dan seterusnya, "ujarnya. 

Jangan eksklusif ke pokok bahasan. Misalnya guru matematika jangan langsung ke bahasan integral-diferensial namun gunakan sejenak untuk menyapa anak latih dan memberi pemahaman-pengertian ihwal harmoni kehidupan, wacana toleransi, ihwal kebinekaan, tentang kemanusiaan dan sebagainya. Itu jauh lebih efektif untuk membangun kesadaran melawan radikalisme dalam rangka mencegah terorisme,” kata Rahmang. 

Acara yang digelar oleh FKPT-BNPT itu ialah acara bidang agama dalam FKPT. Acara rutin tahunan FKPT-BNPT itu kali ini ditujukan untuk guru-guru lintas bidang studi dan lintas agama. 

"Peserta berisikan 60 guru banyak sekali bidang studi dan tingkatan serta aneka macam agama, dengan tema yang kita ambil sekarang ialah ‘Berkolaborasi untuk Damai Beragama di Sekolah’ disertai oleh para guru di Kabupaten Pariaman dan sebagian lagi dari Padang Panjang,” kata Ketua FKPT Sumatera Barat, Dr. Adil Mubarak dalam sambutanya. 

Adil mengatakan bahwa kegiatan Bidang Agama FKPT Sumbar ini merupakan acara ketiga dalam tahun 2023 ini di Sumatera Barat. Yang telah dilaksanakan sebelum ini adalah Bidang Pendidikan serta Bidang Pemuda. 

“Insya Allah masih ada dua kegiatan lagi dalam rangka menangkal radikalisme di Sumatera Barat yakni bidang Media yang mau dikerjakan pada September mendatang serta ditutup dengan aktivitas Bidang Penelitian untuk mengukur Indeks Radikalisme dan Terorisme di semua provinsi, termasuk di Sumatera Barat. 

Sementara Ketua Bidang Agama, FKPT Sumbar Dr. H. Rahmat Tuanku Sulaiman mengatakan bahwa kegiatan Camping Keberagaman ini mendatangkan narasumber dari BNPT dan Kementerian Agama RI serta narasumber dari Sumatera Barat. 

“Dari BNPT pematerinya yakni Teuku Fauzansyah dan dari Kementerian Agama ialah Dr. Anis Masykur, sedangkan dari Sumatera Barat akan tampil jadi pemateri akademisi UIN Imam Bonjol, Dr. Zaim Rais yang juga mantan Ketua FKPT Sumbar,” ujar Tuanku Sulaiman. 

Para akseptor mengikuti juga workshop membuat konten video bertema keberagaman dan akan memperebutkan kado total Rp5 juta. Hadiahnya diserahkan dalam acara api unggun Rabu malam sebagai epilog acara. (rel/bnpt)

Beritaterus.com


0 Komentar