Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo Di Sidang Mpr, Singgung Soal Tol Ga Mampu Disantap Dan Pak Lurah
BERITATERUS.COM - Kabar terkait pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR 2023.
Dimulai dengan salam dan penghormatan untuk para pejabat yang datang, berikut ini ialah naskah pidato lengkap Presiden Jokowi :
Kita dikala ini sudah memasuki tahun politik, suasana telah hangat-hangat kuku dan sedang tren ini di kalangan politisi dan parpol setiap ditanya capres dan cawapresnya, jawabannya belum ada instruksi Pak Lurah. Saya sempat mikir siapa ini Pak lurah sedikit-sedikit kok Pak Lurah. Belakangan saya tahu yang dimaksud Pak Lurah yaitu aku.
Ya, aku saya jawab saja saya bukan Lurah, aku yakni Presiden Republik Indonesia. Ternyata Pak Lurah itu aba-aba, tetapi perlu aku tegaskan saya ini bukan ketua umum parpol, bukan ketua umum partai politik, bukan juga ketua koalisi partai, dan sesuai ketentuan Undang-Undang yang memilih capres-cawapres yaitu partai politik dan koalisi partai politik. Jadi saya ingin menyampaikan, itu bukan wewenang saya, bukan wewenang Pak Lurah. Bukan wewenang Pak Lurah sekali lagi.
Walaupun aku paham ini telah jadi nasib seorang presiden untuk dijadikan paten-patenan dalam bahasa Jawa, dijadikan alibi, dijadikan tameng, bahkan walau kampanye belum mulai foto aku banyak dipasang di mana-mana. Ya aku harus ngomong apa adanya, aku ke provinsi A eh ada, ke kota B eh ada, ke kabupaten C ada juga, sampai ke tikungan desa aku lihat ada juga. Tapi bukan foto saya sendirian, ada di sebelahnya bersamacapres, ya saya kira menurut saya juga gapapa boleh-boleh saja.
Bapak/Ibu yang aku muliakan, posisi Presiden itu tidak senyaman yang dipersepsikan, ada tanggung jawab besar yang mesti diemban, banyak problem rakyat yang mesti teratasi dan dengan adanya media sosial mirip sekarang ini apapun bisa disampaikan ke Presiden, mulai dari masalah rakyat di pinggiran, sampai kemarahan, hingga olok-olokan, bahkan makian dan fitnahan mampu dengan gampang disampaikan dengan media umum. Saya tahu ada yang mengatakan aku ini udik, plonga-plongo tidak tahu apa-apa, Firaun, tolol, ya ndak papa, sebagai langsung aku menerima saja
Tapi yang menciptakan aku duka, budaya santun dan akal pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang. Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah. Polusi di daerah budaya ini, sungguh melukai keluhuran akal pekerti bangsa Indonesia yang besar. Memang tidak semua mirip itu, aku menyaksikan lebih banyak didominasi juga sungguh kecewa dengan polusi budaya tersebut. Cacian dan makian yang ada justru membangunkan nurani kita semua, nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publik, bersatu mempertahankan mentalitas masyarakat sehingga kita mampu tetap melangkah maju menjalankan transformasi bangsa menuju Indonesia maju, menuju Indonesia emas 2045.
Ini yang bolak-balik aku sampaikan di aneka macam kesempatan, bahwa Indonesia ketika ini punya peluang besar untuk menjangkau Indonesia emas di 2045, menjangkau posisi menjadi 5 besar ekonomi dunia, kita punya peluang dan tidak hanya prospeknya saja, namun seni manajemen meraihnya telah ada telah dirumuskan tinggal apakah kita mau memfokuskan energi kita untuk bergerak maju atau justru membuang energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif untuk memecah belah bahkan menciptakan kita melangkah mundur.
Bonus demografi yang akan mencapai puncak di tahun 2030-an adalah potensi besar kita untuk menjangkau indonesia emas 2045, 68 persen yaitu penduduk usia produktif. Disinilah kunci produktivitas nasional kita. Selanjutnya potensi besar kedua yaitu internasional trust yang dimiliki Indonesia saat ini yang dibanugn bukan sekedar dengan gimik dan rotarika semata, melainkan melalui suatu tugas dan bukti kasatmata keberanian Indonesia dalam bersikap. Momentum Presidensi Indonesia di G20, keketuaan di Asean, konsistensi Indonesia dalam menjunjung HAM, kemanusiaan dan kesetaraan, serta keberhasilan Indonesia menghadapi krisis dunia 3 tahun terakhir sudah mendongkrak dan menempatkan Indonesia dalam peta percaturan dunia.
Dan di tengah keadaan dunia bergolak balasan perbedaan, Indonesia dengan Pancasila-nya dan harmoni keberagaman dengan prinsip demokrasi bisa mendatangkan ruang dialog, bisa menjadi titik temu dan menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada. Lembaga think tank Australia, Lowy Institute menyebut Indonesia selaku middle power in Asia, dengan diplomatic influence yang terus meningkat tajam dan Indonesia tergolong 1 dari 6 negara Asia yang mengalami peningkatan comprehensive power.
Tapi kemudian ada yang bilang memang kenapa dengan international trust yang tinggi, rakyat kan makannya nasi. International trust ga mampu dikonsumsi, ya memang ga bisa. Sama seperti jalan tol ga mampu dimakan, ya memang. Nah ini contoh menghabiskan energi untuk hal-hal tidak produktif, tapi ndak papa, aku malah bahagia, memang harus ada yang begini-begini, agar lebih berwarna, semoga tidak monotone dunia ini.
Dengan internasional trust yang tinggi kredibilitas kita akan lebih diakui. Kedaulatan kita akan lebih dihormati, suara Indonesia akan lebih didengar, sehingga membuat lebih mudah kita dalam setiap negosiasi. Peluang tersebut mesti mampu kita manfaatkan, rugi besar kalau melewatkan potensi ini, alasannya adalah tidak semua negara memilikinya dan belum tentu akan kembali memilikinya. Sehingga strategi pertama untuk memanfaatkan peluang ini ialah mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia, kita sukses menurunkan angka stunting menjadi 21,6% di 2022, dari angka sebelumnya 37%.
Menaikkan indeks pembangunan manusia menjadi 72,9 di 2022, menaikan indeks pemberdayaan gender menjadi 76,5 di 2022. Menyiapkan budget bantuan sosial total kalau dihitung dari 2015-2023 sebesar Rp 3.212 triliun, tergolong di dalamnya kartu Indonesia sehat, Kartu Indonesia Pintar, KIP Kuliah, kartu sembako, dan santunan terhadap lansia, bantuan terhadap disabilitas dan kalangan rentan lainnya. Serta rescaling dan upscaling tenaga kerja lewat balai latihan kerja dan acara kartu prakerja.
Di dikala yang sama SDM yang sudah kita siapkan mesti peroleh lapangan kerja untuk menghasilkan produktivitas nasional, sehingga kita mesti menyebarkan sektor ekonomi baru yang membuat lapangan kerja sebanyak-banyaknya, yang menunjukkan nilai tambah sebesar-besarnya. Di sinilah tugas sektor ekonomi hijau dan hiliirisasi, sebagai window opportunity kita menjangkau pertumbuhan, sebab Indonesia sungguh kaya sumber daya alam, termasuk materi mineral, hasil perkebunan, hasil kelautan, serta sumber energi gres dan terbarukan.
Tapi kaya SDA saja tidak cukup, jadi pemilik saja tidak cukup, sebab itu akan menciptakan kita membuat bangsa pemalas yang menjual barang mentah tanpa ada nilai tambah keberlanjutan. Saya ingin tegaskan indonesia dilarang seperti itu, indonesia mesti menjadi negara yang juga bisa mengolah sumber dayanya, mampu memberikan nilai tambah dan mensejahterakan rakyatnya dan ini bisa kita kerjakan melalui hilirisasi yang telah ratusan kali aku sampaikan.
Hilirisasi yang aku ingin kita kerjakan ialah hilirisasi yang melakukan transfer teknologi, yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta menghemat imbas lingkungan. Pemerintah telah mengharuskan perusahaan tambang untuk membangun sentra pembibitan, pusat persemaian untuk menghutankan kembali lahan pasca penambangan.
Hilirisasi yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang tidak hanya pada komoditas mineral, tetapi juga non mineral mirip sawit, rumput laut, kelapa dan komoditas memiliki potensi lain, yang mengoptimalkan kandungan lokal yang bermitra dengan UMKM, nelayan, bekerjasama dengan petani, sehingga manfaatnya terasa pribadi pada rakyat kecil.
Upaya ini mesti terus kita lanjutkan, ini memang pahit bagi pengekspor barang mentah. Ini mungkin juga pahit untuk pendapatan negara dalam jangka pendek. Tapi bila ekosistem besarnya sudah terbentuk, bila pabrik pengolahannya sudah beroperasi aku pastikan ini akan berbuah anggun pada akhirnya.
Terutama bagi kesejahteraan penduduk Indonesia. Sebagai citra setelah kita stop ekspor nikel ore pada 2020, investasi hilirisasi nikel berkembang besar. Ini sudah ada 43 industri pembuatan nikel yang mau membuka kesempatan kerja yang sangat besar, ini baru satu komoditas dan bila konsisten dan mampu melakukan hilirisasi untuk nikel, tembaga, bauksit kemudian CPO dan rumput bahari dan lainnya menurut hitungan dalam 10 tahun pemasukan perkapita kita akan meraih Rp 153 juta atau 10.900 USD, dalam 15 tahun pemasukan per kapita kita akan meraih Rp 217 juta atau kurang lebih 15.800 USD dan dalam 22 tahun pendapatan perkapita kita akan Rp 331 juta atau 25 ribu USD.
Sebagai perbandingan pada 2022 kita berada di angka Rp 71 juta artinya dalam 10 tahun lompatannya bisa 2 kali lipat lebih di mana pondasi untuk menggapai itu semua telah kita mulai, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang pada akibatnya menaikkan daya saing kita. Kita tahu berdasarkan International Management Development IMD daya saing kita di 2022 naik dari rangking 44 jadi 34 ini ialah kebaikan tertinggi di dunia.
Pembangunan dari desa dan pinggiran dan kawasan terluar yang pada kesannya memeratakan ekonomi kita dengan dana desa yang kita gelontorkan total mencapai Rp 539 triliun dari 2015-2023. konsistensi reformasi struktural utamanya penyederhanaan regulasi, kemudahan perizinan, kepastian hukum dan pencegahan korupsi semua itu menjadi modal kita untuk menemukan perkembangan. Oleh sebab itu saya beberapa kali mengatakan kepemimpinan ke depan sangat menentukan kala depan Indonesia.
Ini bukan perihal siapa yang jadi presiden, bukan itu, bukan itu, tapi apakah sanggup atau tidak untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah kita mulai dikala ini apakah berani atau tidak, bisa konsisten tidak, alasannya yang dibutuhkan itu ialah nafas yang panjang. Karena kita tidak sedang jalan-jalan sore, kita juga tidak sedang lari sprint, tetapi yang kita kerjakan semestinya yaitu lari maraton untuk mencapai Indonesia emas.
Tantangan ke depan tidaklah mudah, opsi kebijakan akan kian sulit sehingga dibutuhkan keberanian, diharapkan keyakinan untuk mengambil keputusan sulit dan keputusan yang tidak populer oleh sebab itu berdasarkan saya, pemimpin harus punya public trust, karena iman yaitu faktor penentu mampu berlangsung atau tidaknya sebuah kebijakan, mampu dibarengi atau tidaknya suatu keputusan ini adalah modal politik dalam memimpin sebuah bangsa besar mirip Indonesia.
Selain itu pemimpin butuh tunjangan dan kolaborasi dari seluruh bagian bangsa, oleh alasannya itu saya ingin ucapkan terima kasih pada pimpinan lembaga tinggi negara, para ulama, para tokoh agama, para tokoh penduduk dan pemimpin etika, terhadap guru, budayawan, tenaga kesehatan, awak media, kepada partai politik, politisi, pegawapemerintah pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia-polri dan seluruh lapisan penduduk yang sudah memberikan santunan selama ini. Saya juga menghargai upaya MPR memperkokoh pondasi kebangsaan, memajukan pemahaman ideologi bangsa, mengkaji substansi bentuk aturan pokok haluan negara, serta meningkatkan kolaborasi internasional untuk berkontribusi pada pemecahan duduk perkara global.
Dukungan dewan perwakilan rakyat juga hebat besar mendukung reformasi struktural, mendukung upaya perbaikan manajemen pemerintahan, menghindari penyelewengan pengelolaan keuangan negara dan mempersiapkan pelaksanaan pemilu berbarengan tahun 2024. DPD sesuai kewenangannya aktif menyerap aspirasi masyarakat daerah, berperan dalam penyusunan RUU dan melaksanakan telaah kepada sistem tata negara kita. Kontribusi BPK juga sangat signifikan untuk mendorong pertanggungjawaban budget dan perbaikan berkesinambungan program prioritas nasional.
Upaya MA, Mahkamah Agung dalam menciptakan keadilan pantas diapresiasi, melalui kenaikan transparansi peradilan, pelaksanaan sistem pengadilan berbasis elektro, serta percepatan proses penanganan masalah dengan ongkos murah. MK juga terbukti kian cepat dalam menyelesaikan kasus, transparansi dalam proses sidang dan membuat lebih mudah pelayanan para pencari keadilan. KY, Komisi Yudisial terus aktif mengadvokasi, training dan investigasi, menjatuhkan sanksi tegas pada hakim yang melanggar untuk menegakan kehormatan dan keluhuran dan perilaku hakim.
Selain itu aku juga mengucapkan terima kasih kepada BI, OJK, LPS, KPK, Ombudsman, KPU, Bawaslu Komnas HAM dan forum nasional lainnya yang telah berkontribusi sesuai peran dan kewenangannya. Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha esa senantiasa memudahkan upaya kita dalam menjangkau Indonesia maju mirip yang kita cita-citakan, mari kita bersatu padu terus melaju untuk Indonesia maju, dirgahayu Republik Indonesia, dirgahayu negeri Pancasila, merdeka, merdeka, merdeka.

0 Komentar