Video Gibran Beri Klarifikasi Soal Tempel Stiker Ganjar Pranowo Ke Tempat Tinggal Warga Solo
BERITATERUS.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ikut melekat stiker bergambar Ganjar Pranowo dan bakal kandidat legislatif (bacaleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo di rumah-rumah warga, sejak Sabtu (19/8/2023).
Gibran menerangkan itu ialah arahan dari pimpinan partai.
Hal itu disampaikan Gibran ketika dijumpai di program Jalan Sehat DPC PDIP Solo di Balekambang Solo, Minggu (20/8/2023).
Selain itu, dirinya juga sudah menghasilkan komitmen dengan sejumlah bacaleg PDIP Solo melaksanakan acara melekat stiker tersebut.
"Udah janjian dulu, kemarin dengan Mas Nando, mas Baruno," ujar Gibran.
"Besok sudah janjian lagi dengan Mas Giyatno," tambahnya.
Sebelum melekat stiker tersebut, Gibran mengaku sudah meminta izin terhadap Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo.
Izin tersebut berhubungan untuk mengajak para bacaleg baru.
"Kemarin saya sudah izin sama Pak Ketua DPC, saya mau nempel dengan (para bakal) caleg yang baru," sambungnya.
Pria yang sekarang menjabat selaku Wali Kota Solo itu mengaku, hal ini menjadi salah satu upaya yang bisa ia kerjakan untuk memperkenalkan para bacaleg gres terhadap penduduk Kota Bengawan.
"Kita tetapkan (bakal) caleg yang baru, yang muda-muda dapat jadi," terang Gibran.
Namun demikian Gibran mengatakan, apa yang ia kerjakan ini ialah arahan dari pimpinan PDIP sentra yang diteruskan ke daerah-dserah.
"Nggak, arahan dari Pak Ketua DPC. Hari Rabu apa Kamis kan ada rapat, bukan hanya saya namun semua serempak untuk memasang stiker. Iya di rumah-rumah," ungkapnya.
"Iya-iya diteruskan ke DPD terus ke DPC seluruhnya gerak, di tanggal 19 itu. Semua, sama pimpinan-pimpinan," imbuh Gibran.
Sementara itu ketika ditanya apakah hari ini ada agenda memasang stiker Ganjar Pranowo dan Caleg PDIP Solo lagi, Gibran enggan menjawab.
"Hari ini jalan sehat, ya sesuk-sesuk (nempel stiker lagi)," ucap dia.
"Ya meneng-meneng wae ngko ndak mbog tutke (diam-diam, nanti takutnya kau ikuti)," kelakarnya.
Ikut Tempel Stiker
Dalam video yang beredar terlihat ia mengenakan baju garis-garis merah putih menyambangi tiap rumah warga menempelkan stiker Ganjar yang bersandingan dengan ayahnya, Presiden Joko Widodo.
"Mas Gibran juga nempel. Ada kiriman video nempel juga. Dikirimi sobat tetap tegak lurus," terang Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Solo, YF Sukasno ketika dihubungi TribunSolo.com.
Menurutnya, hal ini juga menyiratkan bahwa perilaku Presiden Joko Widodo selaku kader PDIP tetap tegak lurus melakukan arahan partai untuk mendukung Bacapres PDIP Ganjar Pranowo.
"Itu arahan DPP semua tegak lurus. Saya kira tetap ya tergolong Bapak (Jokowi) tetap lah. Saya juga usang dampingi beliau. Gestur menyerupai apa tahu. Kaprikornus jikalau opini ya opini saja. Kita kader sudah ditegaskan oleh Pak Rudy terus bergerak. Tidak usah menyikapi opini macam-macam," ungkapnya.
Gerakan seperti ini akan terus berlanjut untuk mensosialisasikan Ganjar Pranowo sebagai Bacapres PDIP.
"Terus kita bergerak. Ini kan permulaan mula ini tadi," jelasnya.
Semua kader bergerak mulai pukul 09.00 WIB pagi ini. Tiga pilar mulai dari eksekutif, legislatif, dan struktur partai semua ikut dalam gerakan ini.
"Termasuk bab dari sosialisasi. Tiga pilar semua bergerak. Jamnya diputuskan dimulai serempak 09.00 stand by di tingkat ranting masing-masing. Seluruh anggota fraksi bergerak," tuturnya.
Hal ini ialah arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mensosialisasikan dari rumah ke tempat tinggal door to door. Kader di banyak sekali lapisan ikut dalam gerakan ini.
"Semua itu arahan DPP. Itu tadi acara sudah disampaikan oleh Pak Ketua DPC Pak Rudy ada arahan dari DPP terkait dengan menekuni eksklusif ke penduduk semuanya. Mulai dari anggota fraksi, kader yang di eksekutif, Bupati, Wali Kota, dan struktur partai. Kaprikornus ini serempak semua," jelasnya.
Pihaknya juga mengaku izin untuk menempeli stiker tersebut. Sejauh ini tidak ada yang menolak untuk ditempeli stiker Ganjar.
"Kita nembung teman-teman nembung ke masing-masing rumah. Kalau tidak berkenan dihentikan ya tidak apa-apa. Tapi kok tidak ada yang menolak," terangnya.
Ia menyingkir dari untuk mensosialisasikan kandidat di tempat yang tidak semestinya. Mulai dari tiang listrik, pohon, dan lain-lain. Maka dari itu, ia melekat stiker di pintu rumah warga atas seizin pemilik rumah.
"Selama yang dihadiri boleh mengizinkan. Saya ke tempat Pak RW boleh kok. Iya tidak menyerupai kampanye nempel di cagak listrik. Kita nembung kita sampaikan kulonuwun," ungkapnya.(TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

0 Komentar